SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Bernalar Kritis

Selasa, 23 September 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 360 Kali

Seorang Murid laki-laki ini punya cukup nyali. Dia berdiri di tengah ratusan teman-teman yang duduk di atas lantai lapangan upacara. Tindakan itu sebagai respon atas pemaparan visi misi dari satu di antara Pasangan Calon (Paslon) Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah ini.

Rupanya Murid itu memperhatikan apa yang disampaikan para Paslon. Dengan kata lain Paslon berhasil menyampaikan pesan dengan menarik. Pesan yang disampaikan juga jelas dan mudah dipahami. Hal itu didukung sistem tata suara yang memadai.

Murid itu berdiri untuk menyampaikan pertanyaan kepada salah satu Paslon. Paslon yang ketua dan wakilnya Murid-murid perempuan itu menjawabnya. Calon ketua yang menjawab. Tetapi pertanyaan itu tidak langsung dijawab. Jawaban awalnya adalah permohonan waktu sejenak untuk menjawab pertanyaan itu. Calon Ketua OSIS itu berkoordinasi dengan calon Wakil Ketua OSIS.

Keadaan seperti ini cukup menantang. Bagi yang akan menjawab pertanyaan, dia benar-benar perlu waktu untuk menjawab. Selama masa tunggu itu, para pendengar yang berjumlah ratusan itu cukup sabar. Mereka menghargai permintaan waktu itu. Tidak ada “hujatan” terhadap suasana tersebut. Suasana tetap tenang. Selain sabar, para Murid itu tetap memberikan penghargaan terhadap Paslon itu.

Paslon itu juga memaksimalkan waktu konsultasinya. Tidak memerlukan waktu yang lama, dia memberikan jawaban. Jawabannya alami. Tidak ada emosi. Sang penanya memang sedang bernalar kritis. Jawabannya diperlukan strategi taktis. Seperti itulah proses pembelajaran yang dinamis.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT