SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Terima Kasih

Selasa, 10 Februari 2026 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 11 Kali

Dekat, tetapi tidak membahayakan. Bersuara, tetapi tidak menyakitkan. Menatap, tetapi tidak mengintimidasi. Bergerak, tetapi tidak mengancam. Tersenyum, tetapi tidak menertawakan. Menyapa, tetapi tidak menunjukkan keangkuhan. Bercanda, tetapi tidak membuat marah.

Itu semua merupakan sikap atau etika yang perlu dijaga. Etika yang terkadang dilupakan atau diabaikan. Etika yang kadang-kadang atau sering tidak dijadikan sebagai dasar untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Etika yang terasa penting setelah ada malapetaka. 

Malapetaka kadang-kadang terjadi setelah mengabaikan etika. Mengabaikan sopan santun. Mengabaikan norma yang disepakati bersama. Mengabaikan kehormatan orang lain. Mengabaikan perasaan orang lain. Mengabaikan risiko jika etika tidak dilaksanakan. Meratapi malapetaka setelah etika diabaikan.

Mata pelajaran sopan santun atau etika tidak diatur secara khusus di dalam kurikulum. Sopan santun disampaikan kepada murid secara tersirat melalui pelajaran-pelajaran yang ditentukan di kurikulum. Karena hanya tersirat kadang-kadang sopan santun atau etika itu terlewatkan. Nilai khusus tentang sopan santun juga tidak dilaporkan di buku laporan pendidikan.

Sopan santun saat ini dirasakan semakin langka. Seperti sikap yang asing. Seperti tidak penting. Seperti tidak berbahaya jika tidak dilakukan. Seperti tidak pada zamannya untuk bertingkah laku secara sopan.

Untuk mengembalikan tingkah laku yang sopan dan santun kepada puncak kejayaannya, beberapa tindakan dirancang. Berbagai ide atau pemikiran dicurahkan. Diskusi-diskusi dilakukan. Kesepakatan secara bersama-sama ditetapkan. Sopan santun atau etika menjadi tema yang akan dicarikan solusinya dalam pembelajaran kokurikuler.

Seorang guru tampak memimpin pembelajaran di luar kelas. Mereka mengambil tempat di halaman depan sekolah. Guru itu membagi murid-murid menjadi beberapa kelompok. Mereka berlatih untuk mengucapkan kata-kata yang bisa diterima oleh semua pihak. Kata-kata yang kadang-kadang bahkan sering dilupakan.

Mereka menyebut kata-kata itu dengan kata-kata sakti. Kata-kata yang bisa mengubah suasana menjadi kondusif. Menjadi damai. Menjadi hangat. Menjadi ceria. Menjadi saling menerima. Di antara kata-kata itu adalah ungkapan terima kasih. Ungkapan yang mudah diucapkan, tetapi kadang-kadang atau bahkan sering dilupakan.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT