SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Mengaplikasikan Pemahaman

Sabtu, 27 September 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 512 Kali

Ukuran dan jenis alat peraga bisa membantu keberhasilan proses pembelajaran berkelompok. Bahkan alat peraga dalam bentuk benda nyata bisa lebih efektif dibandingkan dengan gambar atau video.

Mengambil tempat di halaman sekolah, sejumlah Murid melakukan proses pembelajaran berkelompok suatu hari. Mereka berdiri dalam dua kelompok. Masing-masing saling berhadapan. Seorang Murid berdiri di antara kedua kelompok itu. Dia bertugas untuk melemparkan sebuah dadu dalam ukuran besar. Biasanya dadu berukuran kecil. Bisa digenggam dengan telapak tangan.

Dadu berukuran besar itu memiliki 6 sisi. Masing-masing memiliki titik mulai dari 1 sampai dengan 6. Warna dasar dadu itu putih. Warna titiknya hitam. Dua warna yang kontras. Titik hitam terlihat jelas. Bisa dilihat semua anggota kelompok.

Tugas Murid yang berada di tengah itu adalah melemparkan dadu  ke arah kedua kelompok. Posisi dadu setelah “mendarat” di lantai lapangan menjadi acuan hitungan. Sisi dadu yang di atas menjadi pusat perhatian. Jumlah titik di sisi atas dihitung. Seorang Murid di satu kelompok melangkah menjauh sesuai dengan jumlah titik itu. Jumlah langkah disesuaikan dengan jumlah titik. 

Kemudian dadu dilemparkan lagi. Seorang Murid dari kelompok lain melangkahkan kaki sesuai dengan jumlah titik yang muncul. Begitu seterusnya pelemparan dadu diiringi langkah kaki dilakukan secara bergantian.

Para Murid itu sedang belajar memanfaatkan waktu jeda. Pagi itu mereka baru menyelesaikan pembelajaran untuk membersihkan kelas. Tugas mereka sudah selesai. Masih ada sedikit waktu menjelang jam pelajaran berikutnya. Secara mandiri, mereka melakukan pembelajaran di luar kelas secara berkelompok.

Tanpa didampingi seorang guru, mereka bisa melaksanakanmya secara mandiri. Satu di antara 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) sedang mereka upayakan yaitu kemandirian. Mereka juga menerapkan Prinsip Pembelajaran. Mereka secara sadar melakukannya. Prosesnya juga bermakna. Mereka juga terlihat gembira.

Selain itu, para Murid yang terlihat bersemangat itu juga melaksanakan urutan Pengalaman Belajar. Pemahaman konsep telah dilakukan. Jumlah titik pada sisi dadu yang muncul menjadi acuan jumlah langkah yang dilakukan. Mereka secara bergantian mengaplikasikan langkah dengan nyata. Benar-benar melangkahkan kaki di halaman sekolah yang cukup luas itu.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT