Bekerja dalam tim, murid-murid ini bersemangat dalam mengerjakan suatu proyek. Mereka memiliki satu kesamaan hobi. Tidak ada paksaan untuk bergabung dalam tim itu. Berkesadaran merupakan dasar mereka melakukan kegiatan bersama. Sadar bahwa mereka melakukannya dengan senang dan mendapatkan manfaat darinya.
Suatu tantangan diberikan kepada mereka. Mengikuti lomba. Lomba berjenjang tahunan yang diadakan oleh kementerian pendidikan. Jenjang itu mulai dari tingkat kota, provinsi, dan sampai nasional. Mendapatkan tantangan seperti itu tidak membuat hati mereka ciut. Sebaliknya, mereka malah bersemangat dan menyiapkan berbagai strategi.
Berbagai ide muncul dalam tim inti. Ide-ide diberikan ruang untuk tumbuh. Berbagai macam diskusi dilakukan. Mereka harus menyepakati satu ide besar. Mereka sepakat untuk mengangkat satu tema. Tema inspiratif untuk diceritakan dalam bentuk audio visual. Cerita dalam bentuk film pendek.
“Kemerdekaan” dalam mengungkapkan pendapat telah mereka dapatkan. Seluruh proses penuangan tema dalam karya seni itu kebanyakan dilakukan secara mandiri. Guru pembimbing hanya memfasilitasi mereka. Rangkaian proses penuangan cerita direncanakan dan dilaksanakan oleh mereka sendiri. Latar untuk pengambilan gambar juga mereka tetapkan sendiri berdasarkan prinsip efisiensi.
Prinsip itu mereka pegang. Kualitas karya seni tidak hanya bergantung kepada besarnya anggaran. Anggaran tidak bisa menjamin seratus persen kesuksesan suatu karya seni. Banyak faktor mempengaruhinya. Satu di antaranya adalah konsep cerita itu sendiri. Apakah pesan dalam cerita itu sampai kepada penontonnya merupakan ukuran utama suatu karya film.
Film pendek itu menceritakan seorang murid yang telah “membunuh” potensinya di bidang seni. Karena suatu keadaan dia melupakan potensinya di bidang seni suara. Menurutnya, seni itu tidak lagi penting baginya.
Tetapi, ada suatu situasi yang bisa membuatnya berubah pikiran. Dia punya potensi itu. Mengapa dia tidak memanfaatkannya? Menyadari hal itu dia mulai mengembangkan potensinya. Dia kemudian mengikuti suatu lomba.
Tim kecil itu berupaya keras untuk menuangkan kisah itu dalam sebuah film pendek. Mereka bersama-sama berkolaborasi untuk mewujudkannya. Selain itu mereka juga melakukannya dengan kreatif. Kolaborasi dan kreatif merupakan dua dari 8 profil lulusan yang harus dicapai oleh murid-murid saat lulus nanti.(aa)
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah…
Copyright © 2017 - 2026 SMA Negeri 8 Balikpapan All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id