SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Waktu Indonesia

Sabtu, 19 Juli 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 506 Kali

Murid ini masih baru. Masih muda. Baru saja dia lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tetapi tubuhnya sudah terlihat tinggi proporsional. Dia lebih tinggi dibandingkan rata-rata teman-temannya. Tidak hanya tinggi secara fisik, tetapi dia juga sudah punya cita-cita tinggi. 

Tidak sekedar bercita-cita, dia terlihat kuat dan bertekad untuk meraihnya. Selain itu dia juga sudah memiliki sebagian “modal” untuk itu. Modal fisiknya bisa dijadikan dukungan untuk menggapai impian. Dia bisa menyelaraskan potensinya dengan harapannya.

Lahir di salah satu kabupaten di Jawa Timur, murid baru ini kemudian pindah ke Jakarta. Sekolah formalnya dimulai di sana. Dia tidak sempat menyelesaikan belajar di Sekolah Dasar (SD) di Ibu Kota itu. Ayahandanya dipindahtugaskan ke bagian paling timur Indonesia, Jayapura. Saat itu dia masih di Kelas 4 SD. Dia menyelesaikan SD di kota yang tidak jauh dengan perbatasan Indonesia Papua Nugini itu.

Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di kota yang sama. Dia menyelesaikan belajar di SMP di kota itu. Menggenggam ijazah SMP, dia harus meninggalkan kota itu. Ayahandanya ditugaskan di kota ini. Dia memilih sekolah ini untuk tempat belajar selanjutnya.

Saat proses pembelajaran masih tahap persiapan, dia bahkan sudah “berani” mengungkapkan rencananya. Dia ingin masuk Akademi Militer (Akmil). Dia menentukan pilihan cita-citanya bukan karena Ayahandanya yang saat ini bekerja di salah satu BUMN di kota ini. Dia memilihnya sendiri. Dia menyadari bahwa dia harus lulus SMA agar dia bisa masuk Akmil.

Meskipun belum lulus SMA, dia sudah lulus di bidang lain. Dia sudah lulus untuk hidup di Waktu Indonesia Barat (WIB) saat dia belajar di SD. Dia juga sudah lulus menjalani kehidupan saat dia masih belajar di SMP di Waktu Indonesia Timur (WIT). Saat ini dia belajar di SMA di Waktu Indonesia Tengah ( WITA).(aa)

  1. TULISAN TERKAIT