SMA Negeri 8 Balikpapan

Jl. AMD Gunung Empat RT. 14

Unggul, Asri, dan Kreatif

Terus Berlanjut

Senin, 18 Agustus 2025 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 493 Kali

Tidak cukup sekali. Tidak selesai dalam sehari. Tidak bisa hanya bermimpi. Tidak pula hanya melakukan seremoni. Semua perlu aksi. Perlu ditindaklanjuti. Diseriusi. Bukan hanya basa-basi. Harus ada bukti.

Tantangan sudah jelas di depan mata. Tidak bisa dihindari begitu saja. Harus dihadapi secara bersama-sama. Semua bisa melakukan peran sesuai kemampuan mereka. Peran untuk memastikan mutu kehidupan manusia.

Itulah yang sudah dan sedang dilakukan oleh beberapa pihak. Ada sejumlah guru dan murid di sekolah ini. Ada seorang Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) provinsi ini. Ada juga satu tim dari Telkom University (Tel-U) Bandung.

Mereka berkumpul di sekolah ini suatu hari. Mereka berdiskusi untuk mendapatkan sejumlah informasi. Beberapa orang guru menyampaikan bahwa sekolah ini awalnya dibangun di atas rawa pasang surut. Di atas tambak yang tidak ada tanaman apa-apa. 

Gundul.

Kemudian pemerintah kota setempat, warga sekolah, dan warga masyarakat bergerak untuk menanam mangrove di lahan gundul itu. Sekarang, pohon-pohon mangrove itu sudah berusia lebih dari dua puluh tahun. Luasnya 21 hektar. Mereka sehat dan gagah. Hijau, teduh, dan segar. Setiap orang senang memandangnya.

Melihat potensi itu, kepala BGTK yang selalu bersemangat itu menyampaikan potensi itu ke forum Nasional. Potensi itu ditangkap oleh seorang pejabat di Kementerian Pendidikan Dasar Menengah. Tidak hanya menangkap, pejabat itu juga berkunjung ke sekolah ini suatu hari. 

Tidak hanya berkunjung, pejabat itu melakukan upaya tindak lanjuti. Lembaganya menggandeng Tel-U untuk berkolaborasi dengan sekolah ini. Tim dari Tel-U juga datang ke sekolah ini tidak lama setelah permintaan itu.

Tel-U memiliki pengalaman mengelola lingkungan yang menginspirasi. Meskipun basis keilmuan mereka kebanyakan di bidang teknologi, tetapi mereka tidak hanya peduli, mereka juga menunjukkan bukti. Mereka mampu menerapkan konsep Nol Sampah keluar dari kampus.

Semua sampah diselesaikan pengolahannya di dalam kampus.

Kolaborasi dengan berbagai pihak itu bertujuan agar pengelolaan lingkungan di sekolah ini menjadi lebih bermakna. Semua pihak saling mendukung. Dukungan agar upaya mencintai lingkungan terus berlanjut.(aa)

  1. TULISAN TERKAIT